RSS

28 Agustus 2009

TEORI YANG MENARIK SPIDER MAN




Teori Laba-laba Dalam Film Spider-man
Taufiq (Klub Astronomi Bondowoso)

Sekuel film Spider-Man (Manusia Laba-laba) yang diluncurkan belum lama ini memaksa kita untuk mengagumi laba-laba, binatang yang menyebabkan sang hero menjadi begitu hebat karena memiliki kemampuan seperti laba-laba. Dengan benang berbentuk jaring yang dikeluarkan dari telapak tangannya, pahlawan ini mampu bergelantungan dari gedung ke gedung dan menaklukkan musuh.

Dalam kenyataannya, laba-laba mengeluarkan benang (lebih tipis dari rambut manusia dan lebih ringan dari kapas) bukan sekadar untuk bergelantungan dan menjerat mangsanya, tetapi juga untuk membuat sarang berbentuk jaring (spider web) sekaligus tempat untuk menjebak mangsa. Sarang itu dibuat dalam waktu sekitar satu jam atau lebih.

Senang laba-laba itu ternyata lima kali lebih kuat dari baja dengan ketebalan sama dan memiliki gaya tegang 150 ribu kilogram per meter persegi. Seandainya berdiameter 30 cm, benang itu akan mampu menahan berat 150 mobil! Kehebatan benang tersebut telah menginspirasi ilmuwan untuk membuat jaket antipeluru dari bahan yang dinamakan Kevlar (hanya 1/10 kekuatan benang laba-laba).

Di Bumi terdapat lebih dari 37.000 spesies laba-laba yang memiliki sarang berpola khusus, beragam, dan kompleks. Dari banyaknya ragam bentuk sarang, ternyata ada pola sederhana bagaimana sarang itu dibuat.


Model pendekatan

Ada tiga komponen yang membentuk sarang laba-laba, yaitu benang jenis kuat dan tegang yang mengarah ke luar (radial threads) yang berpotongan pada titik pusat sebagai porosnya (hub), benang yang menjadi kerangka bagian luar sarang (frame threads), dan benang jenis kendur dan lengket berbentuk spiral yang mampu menjebak mangsa (capture radial).

Sarang dibuat dengan diawali pola "Y" dari benang horizontal dan sebuah benang vertikal di titik sembarang yang menjadi poros. Lalu, dibuat beberapa benang vertikal dari poros itu sehingga diperoleh kerangka yang stabil. Selanjutnya, laba-laba akan membuat kerangka bagian luar sarang. Setelah itu, laba-laba akan kembali ke poros dan membuat pola spiral yang menghubungkan masing-masing benang radial.

Ada dua jenis pola spiral. Pertama, temporary spiral, yaitu gerakan spiral yang berfungsi hanya sebagai pemandu sebelum membuat sarang. Dalam hal ini laba-laba tidak mengeluarkan benang. Kedua, capture spiral, yaitu gerakan spiral untuk membuat sarang yang diawali dengan gerakan berpola "U" terlebih dahulu sebelum mengeluarkan benang. Capture spiral ini dilakukan melalui kerangka bagian luar ke poros dan sebaliknya setelah melalui gerakan balik arah (switchback).

Pengamatan laboratorium

Samuel Zschokke, seorang ahli konservasi biologi, merekam melalui video aktivitas laba-laba jenis cross spider (Araneus diadematus) dalam membuat sarangnya di laboratorium. Kemudian membuat sketsa tahap-tahap penting.

Garis panah menunjukkan arah gerak laba-laba. Garis panah abu-abu menunjukkan jejak, dan semakin gelap memperlihatkan gerak yang akan dituju. Benang yang telah dibuat ditunjukkan oleh garis utuh, sedangkan posisi benang yang akan dibuat ditunjukkan dengan garis putus-putus.

Seluruh proses ini dikerjakan dalam waktu sekitar satu jam atau lebih. Waktu yang sangat pendek untuk membuat "rumah" yang nyaman dan kuat. Juga mengerikan buat mangsa yang terjebak.

Gambar :

  1. laba-laba membuat benang pertama yang menghubungkan dua titik. Dari titik awal berangkatnya ke tempat seberang.
  2. laba-laba membuat benang lagi ke tempat yang lebih tinggi dari benang pertama.
  3. benang pada B dihubungkan pada sebuah titik di benang pertama. Titik inilah yang kemudian dijadikan poros (proto-hub). Melalui poros inilah dibuat beberapa benang sehingga diperoleh struktur yang cukup stabil (proto-radii).
  4. setelah diperoleh beberapa jari (tiga-tujuh buah jari), laba-laba mulai membuat kerangka luar sarang.
  5. sambil membuat kerangka luar, laba-laba juga menyempurnakan jumlah jari-jari sarang. Jadi, akhirnya dihasilkan kerangka sarang meliputi kerangka luar dan jari-jari yang stabil.
  6. laba-laba kembali ke poros dan mulai membuat struktur sarang berbentuk spiral (capture spiral) dari pusat ke arah luar.
  7. laba-laba berbalik arah (switchback) ketika spiralnya menyentuh pinggir kerangka luar sarang.
  8. kembali menuju poros, laba-laba membentuk capture spiral-nya hingga secara keseluruhan kerangkanya selesai dengan sempurna.

25 Agustus 2009

PLEASE


PLEASE !!!! U VISIT


THANKS FOR YOUR COMMING



DISINI ANDA DAPAT BERSENANG-SENANG N FUN